Rabu, 17 September 2014

Biarkan Masa Depan datang SEndiri


{telah pasti datangnya ketetapan allah, Maka janganlah kamu meminta agar disegerakan datangnya} (Qs. An- Nahl: 1)
          Jangan pernah mendahului sesuatu yang belum terjadi! apakah anda mau mengeluarkan kandungan sebelum waktunya dilahirkan, ataumemetik buah – buahan sebelum masak? hari esok adalah sesuatu yang belum nyata dan dapat diraba,belum berwujud, dan tidak memiliki rasa dan warna. jika demikian, mengapa kita harus menyibukkan diri dengan hari esok, mencemaskan kesualan – kesialan yang mungkin akan terjadi padanya, memikirkan kejadian –kejadian yang akan menimpanya , dan meramalkan bencana – bencana yang akan dialaminya ? bukankah kita juga tidak tahu apakah kita akan bertemu dengannya atau tidak, dan apakah hari esok itu akan berwujud kesenangan atau kesedihan ?
          yang jelas , hari esok masih dalam alam gaib dan belum turun ke bumi. maka tidak sepantasnya kita menyebrangi sebuah jembatan sebelum sampai diatasnya . Sebab , siapa yang tahu bahwa kita akan sampai atau tidak pada jembatan itu. bisa jadi kita akan terhenti sebelum sampai ke jembatan itu,  atau mungkin pula jembatan itu hanyut terbawa arus terlebih dahuu sebelum kita sampai diatasnya . Dan bisa jadi pula , kita aan sampai pada jembatan itu dan kemudian menyebranginya.
          Dalam syariat, member kesempatan kepada pikiran untk memikirkan masa depan dan membuka – buka alam gaib, dan kemudian terhanyut dalam kecemasan – kecemasan yang baru diduga darinya , adalah sesuatu yang tidak dibenarkan. Pasalnya, hal itu termasuk thulul amal ( angan – angan yang terlalu jauh). secara nalar, tindakan itu pun tak masuk akal, karena sama halnya dengan berusaha perang melawan bayang – bayang. Namun ironis, kebanyakan manusia di dunia ini justru banyak yang termakn oleh ramalan – ramalan . padahal ,semua itu hanyalah bagian dari kurikulum yangdiajarkan di “sekolah – sekolah setan .”
{ setan menjanjikan (menakut – nakuti ) kamu dengan kemiskinan, dan menyuruh kamu kejahatan (kikir), sedang allah menjajnjikan untukmu ampunan daripada – Nya dan karunia.} (QS. Al- Baqarah:286)
          mereka yang menangis sedih menatap masa depan adalah yang menyangka diri mereka akan hidup kelaparan, menderita sakit selama setahun, dan memperkirakan umur dunia ini tinggal seratus tahun lagi. Padahal, orang yang sadar bahwa usia hidupnya berada di “genggaman yang lain” tentu tidak akan menggadaikannya untuk sesuatu yang tidak ada. dan orang yang tidak tahu kapan akan mati, tentu salah besar bila justru menyibukkan diri dengan sesuau yang belum dan tak berwujud.
          Biarkan hari esok itu datang dengan sendirinya . Jangan pernah menanyakan kabar beritanya, dan jangan pernah pula menanti serangan petakanya . Sebab, hari ini anda sudah sangat sibuk.
          jika anda heran, maka lebih mengherankan lagi orang – orang yang berani menebus kesedihan suatu masa yang belum tentu matahari terbit didalamnya dengan bersedih pada hari ini. Oleh karena itu, hindarilah angan – angan yang berlebihan .


Tidak ada komentar:

Posting Komentar