Rabu, 17 September 2014

Jangan Mengharap "terima kasih" dari seseorang


          Allah menciptakan para setiap hamba agar selalu mengingat- Nya , dan Dia menganugerahkan rezeki kepada setiap makhluk ciptaan-Nya agar mereka bersyukur kepadanya . namun mereka banyak yang menyembah dan bersyukur kepada selain dia.
          Tabiat untuk mengingkari, membangkang, dan meremehkan suatu kenikmatan adalah penyakit yang umum menimpa jiwa manusia. Karena itu, anda tak perlu heran dan resah bila mendapatkan mereka mengingkari kebaikan yang pernah anda berikan, mencampakan budi baik yang telah anda tunjukan. Lupakan saja bakti yang telah anda persembahkan . Bahkan tak usah resah bila mereka sampai mendarah daging, sebab semua itu mereka lakukan justru karena anda telah berbuat baik kepada mereka.
{ Dan mereka tiak mencela ( Allah dan Rasulnya) kecuali karena allah dan Rasulnya telah melimpahkan karunia-Nya kepada mereka} (QS. AT-Taubah:74)
          Coba anda buka kembali catatan dunia tentang perjalanan hidup ini ! dalam salah satu babnya diceritakan : Syahdan, seorang ayah telah memelihara anaknya dengan baik. Ia memberinya makan, pakaian dan minum, mendidiknya hingga menjadi orang pandai, rela tidak tidur demi anaknya, rela untuk tidak makan asal anaknya kenyang. dan bahkan mau bersusah payah agar anaknya bahagia. Namun apa lacur, ketika sudah berkumis lebat, dan kuat tulang – tulangnya , anak itu bagaikan anjing galak yang selalu menggonggong kepada orang tuanya. Ia tak hanya berani menghina, tetapi juga melecehkan, acuh tak acuh, dan durhakaterhadap orang tuanya dan semua itu ia tunjukan dengan perkataan dan juga tindakan.
          Karena itu, siapa saja yang kebaikannya diabaikan dan dilecehan oleh orang – orang yang menyalahi fitrahnya, sudah seyogyanya menghadapi semua itu dengan kepala dingin.Dan , ketenangan seperti itu akanmendatangkan pahala dari Dzat yang oerbendaharaannya tidak pernah habis dan sirna.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar