Rabu, 17 September 2014

Yang Lalu biarlah berlalu


        mengingat dan mengenang masa lalu , kemudian bersedih atas nestapa dan kegagalan didalamnya merupakan tindakan bodoh dan gila. itu , sama dengan membunuh semangat, memupuskan tekad dan mengubur masa depan yang belum terjadi.
        bagi orang yang berpikir, berkas – berkas masa lalu akan dilipat dan tak pernah dilihat kembali.cukup ditutup rapat – rapat, lalu disimpan dalam ruang penglupaan , diikat dengan tali yang kuat dalam penjara pengacuhan selamanya. atau , diletakan didalam ruang gelap yang tak tertembus cahaya, yang demikian , karena masa lalu telah berlalu habis. kesedihan takkan mampu mengembalikannya lagi , keresahan takkan sanggup memperbaikinya kembali, kegundahan tidak akan dapat menghidupkan nya kembali, karena ia memang sudah tidak ada.
        jangan pernah hidup dalam mimpi buruk masa lalu, atau dibawah paying gelap masa silam. selamatkan diri anda dari bayangan masa lalu! apakah anda ingin mengembalikan air sungai ke hulu, matahari ke tempatnya terbit, seorok bayi ke perut ibunya, air susu ke payudaranya, dan air mata ke kelopak mata? ingatlah, keterikatan anda dengan masa lalu, keresahan abda atas apa yangtelah terjadi padanya, keterbakaran emosi jiwa anda oleh api panasnya,dan kedekatan iwa anda dengan pintunya, adalah kondisi yang sangat naïf, ironis, memprihatinkan , dan sekaligus menakutkan.
        Membaca kembali lembaran masa lalu hanya akan memupuskan masa depan, mengendurkan semangat, dan menyia- nyiakan waktu yang sangat berharga. Dalam Al – Quran , setiap kali usai menerangkan kondisi suatu kaum dan apa saja yang telah mereka lakukan, Allah Selalu mengatakan, “ itu adalag umat yang lalu” Begitulah , ketika suatu perara habis, maka selesai pula urusannya. Dan tak ada gunanya mengurai kembali bangkai zaman dan memutar kembali roda sejarah.
        orang yang berusaha kembali ke masa lalu, adalah tak ubahnya orang yang menumbuk tepung, atau orang yang menggergaji serbuk kayu.
        Syahdan, nenek moyang kita dahulu selalu mengingatkan orang yang meratapi masa ;alunya demikian ;” janganlah engkau mengeluarkan mayat – mayat itu dari kuburnya “ . Dan konon . kata orang yang mengerti bahasa binatang, sekawanan binatan sering bertanya kepada seekor keledai begini , “mengapa engkau tidak menarik gerobak?”
“Aku benci khayalan “, jawab keledai.
        adalah bencana besar , manakala kita rela mengabaikan masa depan dan justru hanya disibukkan dengan masa lalu .itu, sama halnya dengan kita engabaikan istana – istana yang indah dengan sibuk meratapi puing – puing yang telah lapuk. padahal , betapapun seluruh manusia dan jinbersatu untuk mengembalikan semua hal yang telah berlalu, niscaya mereka tidak akan, pernah mampu. sebab, yang demikian itu sudah mustahil pada asalnya.
        orang yang berpikiran jernih tidak akan pernah melihat dan sedikitpun menoleh kebeakang . Pasalnya , angin akan selalu berhembus kedepan , air akan mengalir kedepan, setiap kafilah akan berjalan kedepan, dan segala sesuatu bergerak maju ke depan . Maa itu, JANGANLAH PERNAH MELAWAN SUNAH KEHIDUPAN !

Tidak ada komentar:

Posting Komentar